BREAKING NEWS

Menanam Sukulen, Menumbuhkan Kehangatan: JN UKMI UNS Gelar Kegiatan Bakti Sosial di Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo


SOLONEWS.ID - Ada pertemuan yang tidak membutuhkan banyak hal untuk menjadi berarti. Cukup dengan hadir, duduk bersama, mendengarkan cerita, dan berbagi tawa. Begitulah suasana yang terasa dalam kegiatan Sosma Berbagi yang diselenggarakan oleh JN UKMI UNS di Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo, Sabtu (19/9/2026). 

Mengusung tagline "Senyum Mereka, Kebahagiaan Kita", kegiatan yang diselenggarakan oleh bidang Sosial Masyarakat JN UKMI UNS ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan para lansia. Tahun ini, panti jompo dipilih sebagai tempat kegiatan karena ada keinginan untuk menghadirkan kehangatan bagi mereka yang tinggal jauh dari keluarga. 


Bagi mahasiswa yang juga sedang menjalani kehidupan jauh dari rumah, perjumpaan dengan para lansia menjadi pengalaman yang terasa dekat. Kehadiran mereka tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan untuk memberikan bantuan, tetapi juga kesempatan untuk saling berbagi kehangatan layaknya pertemuan antara anak dan orang tua. 

Kegiatan diawali dengan sambutan dari JN UKMI UNS dan pihak Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo. Ketua pelaksana menyampaikan harapannya agar kehadiran para mahasiswa dapat membawa kebahagiaan sederhana bagi para lansia. 


"Harapannya, kami di sini bisa berbagi senyuman," ujar Ardi selaku ketua pelaksana dalam sambutannya. 

Sementara itu, Pak Agus selaku perwakilan pihak Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia mengaku senang ketika ada kegiatan yang membuat suasana panti menjadi lebih ramai dan hangat. 

"Terima kasih sudah berkunjung. Kami senang kalau ada kegiatan seperti ini karena panti jadi ramai. Semoga kegiatan seperti ini akan selalu ada," ungkap Pak Agus. 

Tidak hanya melibatkan anggota JN UKMI UNS, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi volunteer dari luar organisasi untuk ikut berpartisipasi. Sebanyak maksimal 10 volunteer eksternal dibuka untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan. Sepuluh volunteer tersebut diantaranya adalah Hawa Amanatus Zahra, Aruni Laras Wulandar, Umi Luthfiyah, Aliefia Anggun Pramesti, Cinta Angelia, Mutya Nur Ramadhani, Shafrya Nur Febrianty, Najmi Noor Izzat, Inggar Tri Widyani, dan Atikah Tazki Filisani.  

Kehadiran para volunteer membuat perjumpaan hari itu terasa semakin ramai. Setelah sesi perkenalan, mahasiswa, volunteer, dan para lansia mengikuti kegiatan pengkaryaan berupa menanam tanaman sukulen. Sukulen dipilih karena tanaman ini relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak air. Namun, kegiatan menanam tersebut ternyata tidak hanya menghasilkan sebuah tanaman kecil yang dapat dibawa pulang. Di sela-sela proses menanam, tumbuh pula percakapan-percakapan sederhana. Para mahasiswa mendengarkan berbagai cerita dari para lansia tentang kehidupan mereka. Ada yang bercerita mengenai taman bunga di rumahnya. Ada pula yang berbagi kisah tentang suaminya yang telah meninggal, hingga berbagi tentang pengalaman dan perjalanan masa mudanya. Cerita-cerita tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi justru dari sanalah kedekatan mulai terbentuk. Tidak ada percakapan yang dirancang secara khusus. Iyaa, semuanya mengalir begitu saja, sebagaimana seseorang bercerita kepada orang lain yang bersedia mendengarkan. 

Setelah suasana semakin akrab, kegiatan dilanjutkan dengan permainan estafet bola. Permainan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Tawa dan semangat memenuhi kegiatan, membuat jarak antara mahasiswa dan para lansia seolah menjadi semakin dekat. 

Pada akhir kegiatan, JN UKMI UNS menyerahkan donasi berupa popok, beras, dan perlengkapan kebersihan sesuai dengan kebutuhan panti. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dibawa dalam kegiatan Sosma Berbagi. Namun, berbagi hari itu rasanya tidak berhenti pada barang yang diserahkan. Ada sesuatu yang lebih sederhana, tetapi mungkin justru lebih berkesan. Ialah waktu yang diberikan untuk menemani, telinga yang bersedia mendengarkan, dan senyum yang dibagikan. 

Dari sebuah kunjungan sederhana, terjalin perjumpaan, percakapan, dan kepedulian yang sangat hangat. Kedepannya, kegiatan Sosma Berbagi diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dukungan dari mahasiswa, volunteer, dan masyarakat menjadi bagian penting agar kepedulian tersebut tidak berhenti dalam satu pertemuan, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan kebaikan yang berkelanjutan.(*)

Penulis: Eka Nurdiana & Rofi'atul Marhamah