BREAKING NEWS

Dari Doa Menjadi Nyata: JN UKMI UNS Ajak Anak-Anak Griya Yatim Dhuafa Kunjungi Tahir Museum Solo


SoloNews.id | Surakarta -- Anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa akhirnya bisa berkunjung ke Tahir Museum Solo pada Ahad (20/9/2026). Kunjungan itu terwujud lewat bakti sosial Gema Muslimah 2026 yang digelar Ormawa Kerohanian Islam JN UKMI UNS. Sudah lama anak-anak panti ingin melihat dinosaurus secara langsung, bahkan sejak museum tersebut pertama kali dibuka. Namun, keterbatasan membuat keinginan sederhana itu belum bisa dipenuhi. 


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Gemus 2026 JN UKMI UNS ini tidak hanya menghadirkan penyaluran donasi, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang menyenangkan bagi anak-anak panti. Sebelumnya, penggalangan donasi telah dilaksanakan sejak 12 Agustus hingga 19 September 2026. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa yang beralamat di Jalan Ir. Juanda No. 168 C, Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada penyaluran bantuan materi. JN UKMI UNS juga ingin menghadirkan bentuk kepedulian melalui kebersamaan, perhatian, dan pengalaman baru bagi anak-anak panti. Atas dasar itu, kegiatan bakti sosial kali ini tidak hanya diisi dengan penyerahan donasi, tetapi juga kunjungan langsung ke panti asuhan dan perjalanan bersama anak-anak menuju Tahir Museum Solo. 

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke panti asuhan. Para panitia penyelenggara kegiatan berkesempatan beramah tamah dengan anak-anak dan pengurus panti, mengenal keseharian mereka, serta menghabiskan waktu melalui berbagai aktivitas bersama. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan, bukan hanya antara mahasiswa dan anak-anak, tetapi juga dengan para pengasuh yang mendampingi mereka sehari-hari. 


Setelah menghabiskan waktu bersama di panti, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengajak sekitar 18 anak, yang terdiri dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) berkunjung ke Tahir Museum Solo. Ibu pembina panti turut mendampingi perjalanan tersebut. Perjalanan menuju museum pun terasa semakin menyenangkan ketika rombongan menaiki kereta kelinci. Kendaraan tersebut menghadirkan pengalaman tersendiri bagi anak-anak, sekaligus menambah keceriaan dalam perjalanan mereka menuju Tahir Museum Solo. 

Bagi anak-anak, perjalanan itu menjadi bagian dari pengalaman yang patut dinikmati. Ada tujuan yang hendak dicapai, hal-hal baru yang akan dijumpai, dan rasa penasaran yang akhirnya memperoleh kesempatan untuk dijawab. Kunjungan tersebut pun bukan sekadar agenda rekreasi dalam rangkaian kegiatan sosial, melainkan kesempatan bagi mereka untuk mengenal dunia di luar rutinitas sehari-hari. Namun, di balik perjalanan yang menyenangkan itu, tersimpan cerita yang membuat kunjungan tersebut terasa lebih berarti. 

Bapak Priyanto, selaku penanggung jawab Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa, menceritakan dalam sambutannya bahwa anak-anak sebenarnya telah lama ingin berkunjung ke Tahir Museum Solo, bahkan sejak museum tersebut pertama kali dibuka. Rasa penasaran mereka, terutama terhadap koleksi dinosaurus, membuat keinginan itu terus tersimpan. 

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keseharian anak-anak, pengurus panti tentu ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pengalaman baru. Akan tetapi, keterbatasan yang ada membuat tidak semua keinginan dapat segera diwujudkan. Dalam situasi tersebut, Bapak Priyanto berusaha memberikan pengertian sekaligus menghibur anak-anak dengan mengajak mereka terus berdoa. 

"Sebetulnya, anak-anak ini sudah lama ingin berkunjung ke Tahir Museum Solo, sejak awal museum ini dibuka. Kami sebagai pihak yang merawat mereka hanya bisa memberikan pengertian sekaligus menghibur mereka. Kami sampaikan agar mereka terus berdoa dengan khusyuk kepada Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya, supaya suatu saat ada orang-orang baik yang datang membawa kebaikan untuk mereka. Siapa tahu, mereka bisa jalan-jalan dan masuk ke museum yang selama ini ingin mereka lihat. Katanya, mereka ingin melihat dinosaurus," tutur Bapak Priyanto. 

Bagi sebagian orang, berkunjung ke museum adalah agenda yang bisa direncanakan kapan saja. Namun bagi anak-anak panti yang jarang punya kesempatan bepergian, kunjungan ini adalah keinginan yang sudah lama dinantikan dan akhirnya terwujud. 

Oleh karena itu, kunjungan bersama ini tentunya menjadi momen yang berarti bagi anak-anak maupun pengurus panti. Keinginan yang sebelumnya hanya dapat diceritakan dan dibayangkan akhirnya memperoleh kesempatan untuk diwujudkan. Bapak Priyanto pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran JN UKMI UNS lewat Program Gema Muslimah 2026 yang telah menjadi perantara kebaikan bagi anak-anak asuhnya. 

Baginya, kepedulian yang diberikan bukan hanya tentang bantuan yang diterima, tetapi juga tentang kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan kebahagiaan melalui pengalaman yang selama ini mereka harapkan. Kehadiran para mahasiswa menjadi pengingat bahwa di luar lingkungan panti, ada banyak orang yang bersedia meluangkan waktu dan berbagi kebaikan dengan mereka. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Panitia Gemus 2026, Lita, kepada pihak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa yang telah menyambut dan mengizinkan JN UKMI UNS melaksanakan kegiatan tersebut. Apresiasi juga ia tujukan kepada para donatur yang turut mendukung terlaksananya acara ini.  

"Terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa serta kesempatan yang telah diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi. Semoga apa yang kita upayakan bersama dapat memberikan kebermanfaatan bagi kita semua," ungkap Lily. 

Kisah anak-anak Griya Yatim Dhuafa menjadi pengingat bahwa makna sebuah kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa besar sesuatu yang diberikan, tetapi juga dari arti yang ditinggalkannya bagi orang lain. Besar harapan, kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Tidak hanya menjadi agenda yang terlaksana dalam satu kesempatan, kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi upaya berkelanjutan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan dan partisipasi berbagai pihak, semoga semakin banyak kebaikan yang dapat diupayakan bersama dan semakin luas pula manfaat yang dirasakan. (*)

Reporter : Indah Eka Nurdiana & Lita Aningsih
Editor : Fatikha Mudhiah